KARAWANGAda peristiwa gokil alias lucu yang mengundang gelak tawa para hadirin Gala Dinner Musda HIPMI Jawa Barat, Minggu (9/3/2020) malam, di Plaza Pemkab Karawang.Malam itu, Cellica ketika memberi sambutan, 'sindir habis' mantan suaminya, Yedi Karyadi, yang juga sebagai pengurus HIPMI Jabar. "Jadi kalau dewan pembina merasa saya jadi Bupati gara-gara beliau, (dia) ngomong aja susah
Karawang- Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana merekomendasikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2022 naik 5,27 persen menjadi Rp 5.051.183. Besaran kenaikan tersebut sesuai dengan tuntutan buruh.
Untukkasus sembuh dari Covid-19 bertambah 4.340 orang. Total pasien sembuh di Indonesia pun mencapai 6.014.885 orang. Sementara itu, kasus aktif di Kabupaten Karawang Kamis, 4 Agustus 2022
BupatiCellica Nurrachadiana tiba-tiba meneteskan air mata diakhir saat menyampaikan konferensi pers kepada awak media terkait kekalahnya menjadi Ketua DPC Demokrat Karawang, di Hotel Mercure pada
CellicaNurrachadiana merupakan Bupati Karawang, Jawa Barat periode 2016-2020, berpasangan dengan Ahmad Zamakhsari. Selasa, 24 Maret 2020 20:19 WIB Editor: Archieva Prisyta
AKQzldt. KARAWANG, - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengungkap penyebab angka kematian akibat Covid-19 di Karawang tinggi. Hingga Minggu 25/7/2021 angka kematian akibat Covid-19 sejumlah Hari Minggu terdapat 23 orang yang meninggal. Meski masuk lima besar penyumbang angka kematian tertinggi di Jawa Barat, positive rate dan fatality rate cenderung menurun. Pada 5 Juli 2021 kasus harian Covid-19 meningkat. Dari 4 Juli 2021 bertambah 135 orang menjadi 792 orang dalam sehari. Bahkan pada 8 Juli 2021 bertambah orang dengan kasus aktif pada hari itu Pada 10 dan 11 Juli kasus aktif menjadi dan juga Cerita Warga Karawang Ikut Vaksinasi, Ingin Menjaga Kesehatan Diri, Keluarga, dan Lingkungan Namun mulai 18 Juli 2021 terdapat tren penurunan penambahan harian kasus. Hari itu penambahan orang yang terkonfirmasi positif sejumlah 243. Angka kesembuhan pun meningkat. Empat hari lalu, bed occupancy rate BOR pasien Covid-19 di angka 89,6 persen. Kecuali ICU masih 100 persen. "Positif rate menurun, terkonfirmasi postif juga menurun. Kalau dulu orang pada di IGD sekarang tidak. Gak perlu nunggu lama-lama lagi dan fatality rate-nya juga menurun, meski belum signifikan," kata juga Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal Cellica menyebut selama Juni hingga Juli, terjadi lonjakan jumlah kematian akibat Covid di semua daerah. Di Karawang sebanyak 57,2 persen disebabkan karena terpapar varian baru dihitung dari awal pandemi. Angka kematian tidak hanya didominasi orang lanjut usia. Tetapi juga usia produktif dan anak-anak. "Dari hasil analisis kami, ternyata 94,4 persen saudara atau orangtua kita belum mendapatkan vaksinasi," ujar dia. Baca juga Kuliah di Al Azhar Mesir, Mahasiswa Ini Meninggal Ditabrak Mobil, Bupati Dia Kebanggaan Karawang...
- Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana memberikan respons terkait warganya, Dede, yang menjadi budak belian di Suriah. Cellica menegaskan, pihaknya akan membantu memulangkan Dede dari upaya pemulangan itu, Cellica menyatakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Kemenlu dan Kementerian Tenaga Kerja Kemenaker. Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja sudah berkoordinasi dengan pihak sponsor Dede dan mereka siap membantu memulangkan pekerja imigran asal Karawang itu. "Dinasker Karawang sudah komunikasi dengan sponsornya, dan sponsornya siap membantu kepulangan. Berkoordinasi dengan Kemenlu dan Kemenaker," kata Cellica dilansir dari Jumat 31/3/2023. Baca juga PMI Asal Karawang Dijual Berkali-kali Jadi Budak di Suriah Tolong Saya, Saya Pengin Pulang Lebih jauh Bupati menjelakan, berdasarkan penelusuran Disnakertrans Karawang, pekerja migran Indonesia asal Karawang bernama Dede itu berangkat ke luar negeri tanpa prosedur yang benar dengan memalsukan data nama dan alamat bersangkutan. Meski Dede masuk kategori tenaga kerja ilegal, namun Cellica memastikan pihaknya tetap berusaha memulangkan PMI tersebut ke kampung halamannya. Hanya saja, proses pemulangannya memakan waktu lebih lama dibanding tenaga kerja legal. Cellica pun memerintahkan kepala Disnakertrans Karawang untuk mengontak Dede demi menggali data yang sebenarnya agar mempermudah proses pemulangan. "Sekali lagi kami tetap bantu walaupun ini sebenarnya ilegal ya. Jadi ini bukan kasus satu kali dua kali. Dulu ada kasus sama di Saudi Arabia kami pulangkan," tandasnya. Sementara itu, Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi memastikan bahwa Dede tidak tercatat sebagai pekerja migran Indonesia PMI legal setelah melakukan pemeriksaan di Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri SISKOTLN. Rosmalia mengaku pihaknya mendapatkan informasi tentang PMI atas nama Dede Asiah Awing Omo 37 dari video yang viral di media sosial. Ia kemudian bergerak melakukan penelusuran dan mendapatkan data alamat Dede di Perumahan BMI 1 Dawuan, Cikampek. "Tapi tanya RT RW tidak ada identitas itu. Kita terus cari informasi, alhamdulillah dapatkan nomor suaminya," kata Rosmalia, Selasa 28/3/2023. Pihaknya kemudian meminta suami Dede untuk datang ke kantor Disnakertrans Karawang untuk membawa data-data PMI tersebut. Data tersebut, kata Rosmalia, sangat dibutuhkan untuk laporan ke Kemenlu dan Kemenketrans. Ia mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia BP2MI Wilayah Jawa Barat untuk bantu pemulangan dugaan tindak pidana perdagangan orang, Rosmalia menyatakan diserahkan sepenuhnya ke aparat hukum. Jadi budak belian Sebelumnya, video seorang PMI bernama Dede yang mengaku dijual sebagai budak di Suriah viral di media sosial. Dalam video itu, Dede meminta tolong agar dipulangkan ke Karawang. Dede pun menceritakan awal mula dirinya dijadikan budak belian di Suriah. Awalnya, ia menerima tawaran bekerja sebagai PMI oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. "Jadi awal-awalnya saya diiming-imingin kerja di Turki gaji 600 dolar, tapi setelah mendarat di Istanbul, saya dibuang ke Suriah," kata Dede. Belakangan Dede mengetahui bahwa dirinya dijual perusahaan penyalur tenaga kerja sebesar dolar AS atau setara dengan Rp 179,8 juta dengan kurs Rp per 1 dolar. Karena sudah dijual, Dede diwajibkan untuk mengabdi ke majikannya di Suriah itu selama 4 tahun. Selama menjadi budak belian di Suriah, Dede mengaku bekerja dengan sabar. Tidur jam dua malam dan bangun jam 6 atau 7 pagi. Dede merasa tidak kuat lagi. Apalagi perutnya kerap sakit akibat luka bekas operasi cesar. Ia sempat sakit dan dipulangkan ke kantornya. Setelah istirahat seminggu sampai dua minggu, Dede kembali bekerja dengan ritme yang sama. Dede berusaha untuk mengadukan nasibnya itu ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus, Suriah. Namun laporannya tidak kunjung ditindaklanjuti. Saat ini, Dede mengaku masih belum bisa keluar dari tempat penampungannya saat ini. "Di sini juga saya udah coba untuk ngehubungin KBRI, tapi KBRI tidak ada tindakan, jadi saya bingung minta tolong ke siapa? lapor ke siapa?," ungkapnya samil menyeka air mata. Baca juga Viral Video PMI Asal Karawang Dijual Jadi Budak di Suriah, Bupati Cellica Kami Akan Pulangkan "Saya cuma ngeluh ke suami saya, tapi suami saya udah bolak-balik ke Polres Karawang minta bantuan sana-sini, udah ngehabisin uang buat nolongin saya, tapi belum ada pertolongan dari siapapun," ucap dia. "Tolong bantu saya, tolong bantu saya, saya pingin pulang," kata Dede memelas. Sumber Penulis Kontributor Karawang, Farida Farhan Editor Reni Susanti Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
suami cellica bupati karawang